I made this widget at MyFlashFetish.com.

RENUNGAN

Nov 29, 2010



SESUATU YANG TERJADI ADA JAWAPANNYA

Kita seringkali bertanya dan mempertikaikan apa yg terjadi ke atas diri kita selama ini.Kita tidak sedar dan redha bahawa semua yng berlaku adalah ketentuan dan kehendak Allah jua…..

YA ALLAH…..Kenapa semua ini terjadi padaku?
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padaahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu'padahal ia amat buruk bagimu .Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.(surah al-baqarah ayat216)

Ya Allah kenapa berat sangat ujian ini?
Allah tidak membebani seseorng itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.(surah al-baqarah ayat 286)

Ya Allah ….terasa kehidupan ini sudah tiada maknanya lagi ..
''Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah orng-orng yng paling tinggi darjatnya jika kamu org-org yg beriman.(surah al-imran ayat 139)
….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.(surah Yusuf ayat 12)

Ya Allah….bagaimana harus aku menghadapi segalanya ini?
"Dan mintaah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan solat;dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.(surah al-baqarah ayat45)
Ya Allah…kepada siapa untuk akau berharap?
"cukuplah Allah bagiku,tidak ada tuhan selain darinya hanya kepadanya aku bertawakal(surah al-taubah ayat129)

Sep 5, 2010



SELAMAT TINGGAL RAMADANKU
Sebentar lagi bulan Ramadhan meninggalkan kita. Persiapkan doa perpisahan dg Ramadhan. Smg dg air mata duka perpisahan itu dapat mempertemukan kita kembali dengannya di tahun depan. Berikut ini doanya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, wahai Dia yang tidak mengharapkan balasan
Wahai Dia yang tidak menyesali pemberian
Wahai Dia yang tidak membalas dengan setimpal

Anugrah-Mu permulaan, ampunan-Mu kebaikan, siksa-Mu keadilan, ketentuan-Mu sebaik-baik pilihan.

Jika Engkau memberi tidak Kaucemari dengan tuntutan. Jika Engkau menahan tidak Kautahan pemberian-Mu dengan kezaliman.

Engkau syukuri orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauilhamkan padanya
mensyukuri-Mu.
Kaubalas orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauajarkan padanya memuji-Mu.

Kausembunyikan aib orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat mempermalukannya. Kau sangat pemurah kepada orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat menahannya. Keduanya layak Kaupermalukan atau Kautahan. Namun Kautegakkan perbuatan-Mu atas karunia, Kau alirkan kuasa-Mu atas ampunan.

Engkau sambut orang yang menentang-Mu dengan santun. Engkau biarkan orang yang berbuat zalim pada dirinya. Engkau tunggu mereka dengan sabar sampai mereka kembali kepada-Mu. Engkau tahan mereka untuk tidak segera bertaubat supaya yang binasa tidak binasa karena-Mu, dan orang yang celaka tidak celaka karena nikmat-Mu. Tetapi hanya setelah Engkau lama membiarkan mereka dan setelah Kausampaikan rangkaian bukti atas mereka, sebagai kemurahan ampunan-Mu wahai Yang Maha Pemurah, sebagai anugrah kelembutan-Mu wahai Yang Maha Santun.

Engkaulah yang membukakan kepada hamba-hamba-Mu pintu menuju maaf-Mu. Engkau namakan pintu itu taubat. Engkau berikan petunjuk dari wahyu-Mu kea rah pintu itu supaya mereka tidak tersesat dari situ. Engkau berfirman: "Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus, semoga Tuhanmu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, seraya mereka berkata: Ya Tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At-Tahrim, 66: 8)

Apalagi alasan orang yang alpa memasuki rumah itu setelah pintu dibukakan dan petunjuk ditegakkan.

Engkaulah yang menahan harga untuk hamba-hamba-Mu. Kauingin mereka berlaba dalam berniaga dengan-Mu dan beruntung berkunjung kepada-Mu. Maka Engkau berfirman Mahamulia dan Mahatinggi nama-Mu: "barangsiapa yang membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya." (Al-An'am, 6: 160)

Engkau berfirman: "Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki." (Al-Baqarah: 261)

Engkau berfirman: "Barangsiapa meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Allah akan melipat-gandakan baginya berkali-kali lipat." (Al-Baqarah: 245). Dan ayat-ayat seperti itu dalam Al-Qur'an tentang kebaikan yang dilipat-gandakan.

Engkau yang menunjuki mereka dengan firman-Mu dan dorongan-Mu yang di dalamnya keberuntungan mereka, yang sekiranya Kaututupkan dari mereka, mata mereka tidak melihatnya, telinga mereka tidak mendengarnya, khayal mereka tidak menangkapnya. Maka Engkau berfirman: "Ingatlah Aku, Aku pasti mengingatmu. Bersyukurlah pada-Ku dan jangan ingkar." (Al-Baqarah: 152).

Engkau juga berfirman: "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambahi kamu. Jika kamu ingkar, sungguh azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim, 14: 7)

Engkau berfirman: Berdialah kamu kepada-Ku
Akan Aku jawab doamu. Sungguh orang-orang yang sombong dari ibadat kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina (Al-Mukmin: 60)
Engkau namakan doa kepada-Mu sebagai ibadah, meninggalkannya kesombongan
Engkau ancam orang yang meninggalkannya masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.

Sehingga
Mereka mengingat-Mu karena karunia-Mu
Mereka bersyukur kepada-Mu karena anugrah-Mu
Mereka menyeru-Mu karena perintah-Mu
Mereka bersedekah karena karena-Mu
karena mengharapkan tambahan-Mu
Di situ keselamatan mereka dari murka-Mu
Dan kebahagiaan mereka dengan ridha-Mu
Wahai Dia yang menampakkan kelayakannya dipuji
dengan kebaikan dan karunia
dan mencurahkan kepada mereka nikmat dan anugrah

Betapa banyaknya nikmat yang Kausebarkan kepada kami
Betapa luasnya anugrah-Mu yang Kau berikan kepada kami
Betapa istimewanya kebaikan yang Kau limpahkan kepada kami
Sekiranya ada makhluk yang menunjukkan makhluk lain
seperti Engkau tunjukkan kepada hamba-hamba-Mu
pastilah dia akan disifati dengan kebaikan
akan digambarkan dengan kedermawanan
akan disayangi semua lisan

Bagi-Mu segala pujian
selama masih ada cara untuk memuji-Mu
selama ada kata sanjungan untuk menyanjung-Mu
selama ada makna yang dapat diungkapkan untuk memuji-Mu

Kau tunjuki kami pada agama-Mu yang Kaupilih
pada millah-Mu yang Kauridhai
pada jalan-Mu yang Kau mudahkan
Kau tampakkan kepada kami kedekatan pada-Mu
dan kedatangan pada kemurahan-Mu

Ya Allah, di antara pilihan kewajiban itu dan yang paling istimewa dari kewajiban itu Engkau jadikan bulan yang Kauistimewakan ia dari semua bulan, Kaupilih ia dari semua waktu dalam setahun dengan Al-Qur'an dan cahaya yang Kauturunkan di dalamnya, dengan keimanan yang Kautingkatkan di dalamnya, dengan puasa yang Kauwajibkan di dalamnya, dengan qiyamul layl yang Kaugemarkan di dalamnya, dengan malam Al-Qadar yang lebih baik dari seribu bulan yang Kauagungkan di dalamnya.

Kemudian Kau istimewakan kami dengan keutamaannya, Kau pilih kami tidak pengikut agama yang lain. Maka kami berpuasa atas perintah-Mu pada waktu siangnya, kami berdiri salat dengan bantuan-Mu pada malam harinya, mempersembahkan diri kami dengan puasa dan salat malamnya kepada kasih-Mu, yang Kautumpahkan kepada kami melalui itu, kami dapat memperoleh pahala-Mu
Engkau Penuh dengan apapun yang diinginkan dari-Mu
Engkau Pemurah dengan apapun yang diminta dari karunia-Mu
Engkau Dekat dengan orang yang berusaha mendekati-Mu

Bulan ini telah hadir di tengah-tengah kami dengan kehadiran yang terpuji
Telah menemani kami dengan persahabatan sejati
Telah menguntungkan kami dengan keuntungan terbaik di seluruh alam
Tiba-tiba ia meninggalkan kami pada akhir waktunya, pada ujung jangkanya, pada kesempurnaan bilangannya.

Kami ingin mengucapkan selamat tinggal kepadanya
Selamat tinggal kepada dia yang menyedihkan perpisahannya, yang merisaukan dan merindukan kami kepergiannya. Untuknya punya janji, janji yang dijaga, kesucian yang dipelihara, hak yang dipenuhi.
Kami sampaikan kepadanya: Salam bagimu wahai bulan Allah yang agung, wahai hari raya para kekasih-Nya.

Salam bagimu wahai waktu termulia yang menyertai kami, wahai bulan terbaik di antara semua hari dan saat.
Salam bagimu bulan yang di dalamnya harapan didekatkan, amal disebarkan.

Salam bagimu sahabat yang paling bernilai ketika dijumpai dan paling menyedihkan ketika ditinggalkan, kawan yang ditunggu yang menyedihkan perpisahannya.

Salam bagimu kesayangan yang datang membuat gembira dan bahagia, dan meninggalkan kesepian dan dukacita.

Salam bagimu yang membantu kami menghadapi setan, yang memudahkan kami jalan-jalan kebaikan.

Salam bagimu
Betapa banyaknya orang yang terbebas di dalamnya!
Betapa bahagianya orang yang menjaga kesucianmu karenamu.
(Kitab Ash-Shahifah As-Sajjadiyah doa ke 45)

Aug 14, 2010

KEDATANGANMU KU NANTI..OH RAMADAN


Bismillahirrahmanirrahim..
Assalmmualaikum sahabat sekalian,sudah lama rasanya saya tidak mengarang di blog kesayangan hamba ini,rasanya belum terlambat rasanya untuk saya ucapkan salam Ramadan kepada semua sahabat pembaca sekalian,Ramadan sesungguhnya bulan yang penuh rahmat dan keberkatannya.Bagaimana dengan hadaf sahabat pada bulan Ramadan kali ini,di harap Ramadan kali ini memberi banyak makna dan yang paling penting sekali temujanji kita dengan Allah telah di listkan dalam buku kehidupan kita.Insyaallah..
ada stu pengalaman yang ingin saya kongsikan bersama sahabat semua.Bukanlah bertujuan untuk mendabik dada apatah lagi bangga dengan diri sya sendiri,tetapi satu pengalaman yang terjadi pada malam ke 21 Ramadan.Sesungguh siapalah yang boleh memungkinkan kuasa ALLAH itu.Tepat jam 12 malam biasalah sebagai seorang penuntut sememangnya tidak boleh lari dari mengulangkaji pelajaran hingga larut malam,tambahan pula keadaan kolej kediaman yang orng kata cukuplah untuk tempat menghilangkan penat dan agak selesa untuk diri sendiri.Tandas kebahagian blok yang saya tinggal berada di luas bilik jadi agak jauh jugalah untuk saya menunaikan hajat sebagai seorang insan,bayangkan sambil berjalan ke tandas sempat lagi untuk mendongak kelangit melihat suasana malam yang hening,pokok -pokok yang turut berzikir pada bulan Ramadan kareem.Adakalanya hati jahat mula mencelah,menafikan yang tiada malam laillatul qadar dan tiada yang menabjukkan langsung pada malam ini.setelah sampai di tandas ,saya mengambil wuduk dan pulang semula bersendirian ke bilik penginapan ,tanpa ditemani rakan-rakan sebilik,sekali lagi saya mendongak kelangit kiri dan kanan.Subhanallah,sesungguhnya tiada siapa yang dapat menandingi kuasa ALLAH,para sahabat nak tahu apa yang sya nampak....lidah kelu,bulu roma berdiri,dan macam -macam lagi.tergambar di langit biru kegelapan pada waktu itu gambaran nama Allah,yang bermula dari sebelah kanan.Ya Allah apakah benar itu semua?sekali lagi saya memohon keampunan dari ALLAH kerana seolah-olah seperti mencabar kekuasaannya...namun gambaran itu tidak lama,ia kemudian berlalu hampir 3 minit sahaja,seakan-akan hadir sebagai petunjuk kepada makhluknya yang mencabar kekuasaannya.kejadian itu berlaku hampir 2 tahun lepas,untuk ramadan kali ini,sebagai seorang hamba yang dhaif lagi fakir ini,memohon tempat di sisimu ya Allah,beriku kekuatan dalam menghadapi tanggungjawab sebagai seorang khalifah di bumi ini.lindungi keluarga,kami,anak-anak kami,dan sesiapa saya yang berada di sisi kami dengan lembayung rahmatmu Ya ALLAH.Terimalah taubat hambamu ini.oh Ramadan kedatanganmu ketunggu.Kepulanganmuku Tangisi...yang benar,Khalifah di bumi ALLAH

Jul 7, 2010


KISAH PASIR DAN BATU DALAM PERSAHABATAN

Ada dua teman karib sedang dalam perjalanan. Ismail dan Salim namanya. Ditengah perjalanan mereka bertengkar, Ismail tidak dapat menahan kemarahannya kemudian mendorong Salim sampai terjatuh. Meskipun Salim sakit, Salim tidak melawan. Tanpa bertutur kata. Salim menulis di atas pasir.

'Hari ini temanku menolakku hingga aku terjatuh.'

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingabertemu sebatang sungai untuk membersihkan badan. Namun begitu sungai itu teramatlah sedalam sehingga Salim hanyut dan nyaris tenggelam dan diselamatkan oleh Ismail, temannya. Ketika Salim tersedar dan rasa ketakutannya hilang Salim menulis disebuah batu.

'Hari ini temanku menyelamatkan nyawaku.'

Melihat apa yang dilakukan Salim, Ismail hairan dan bertanya, 'Kenapa semasa aku menolakmu hingga terjatuh, kau menulis di atas pasir dan sekarang kau menulis di atas batu pula?'

Salim tersenyum dan menjawabnya, 'Ketika seorang sahabat melukai hati kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus luka dihati. Dan apabila diantara teman terjadi kebaikan sekecil apapun kita harus memahat diatas batu hati kita agar kita tetap mengenang, tidak hilang ditiup waktu.' Dua teman baik itu akhirnya tertawa bersama, bahagia menikmati pemandangan yang indah disetiap perjalanan.

Pesan kisah diatas adalah hidup ini kita seringkali berbeza pendapat dan berkonflik kerana sudut pandang yang berbeza. Oleh kerana itu kita harus saling memaafkan dan melupakan masalah dan kesalahan orang lain akan membuat hidup kita menjadi bahagia dan kebaikan orang lain yang pernah dilakukan untuk kita menjadi kenangan yang terindah dalam hidup kita yang senantiasa tersimpan dalam hati tidak terhapus oleh waktu. Itulah pengertian seorang teman.

Jun 25, 2010



KITA MAMPU MENGUBAH DUNIA


Ada seorang lelaki tua, terbaring tidur tidak berdaya termenung akan masa mudanya bersendirian. Dalam menungannya itu ia berbincang dengan dirinya sendiri. Dalam keadaan bersedirian sudah tentulah banyak yang direnungkan. Hatinya berkata,

'Ketika aku menjadi seorang pemuda, aku bermimpi ingin merubah dunia. Seiring dengan waktu, usiaku kian bertambah. Dunia tidak berubah. Dunia tidak kunjung berubah. Maka impianku terbantut pula untuk mengubah negeri ini. Namun impian itu juga tidak berhasil. Negeri ini juga tidak berubah.'

'Ketika usiaku sudah memasuki waktu senja. Dengan semangatku yang masih menggebu. Lalu aku mengimpikan untuk mengubah keluargaku. Orang-orang yang kucintai. Orang-orang yang ada disekelilingku. Tetapi mereka juga tidak mampu aku merubahnya.'

Kini disaat terbaring lemah tidak berdaya. Air matanya mengalir tak terasa. Bajunya basah dengan air mata. Lelaki tua bergumam pada dirinya sendiri.

'Bila masa muda itu aku mengubah diriku sendiri. Maka aku akan menjadi pautan. maka aku boleh mengubah keluargaku. Memberi inspirasi dan mendorong orang-orang disekelilingku untuk melakukan kebaikan. Dari mereka menanam dan menebarkan kebaikan, cinta dan kasih sayang sehingga mampu memperbaiki negeri ini. Tanpa disedari aku telah mengubah dunia.

Pengajaran diatas adalah , kita tidak mampu mengubah dunia bila kita tidak mampu mengubah diri kita sendiri. Mulailah dengan melakukan kebaikan yang paling mudah seperti bertegur sapa, menebarkan senyum untuk pasangan hidup kita, membantu orang tua yang hendak menyeberang jalan atau sekadar bertanya bagaimana khabar dan duduk berbincang walau sebentar mewujudkan simpati kita. Maka kebaikan itu menjadi virus yang menyebarkan kemana-mana. Pada saat itulah sebenarnya kita telah mampu mengubah dunia. --
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapatkan kemenangan (QS, an-Naba' :31).


Hati Dalam Kegelapan




Ada satu kisah seorang gadis yang membenci dirinya sendiri bahkan semua orang yang disekelilingnya dia benci, kecuali kekasihnya yang selalu setia menemani dan memberikan dorongan semangat untuk hidup. Sebenarnya gadis itu cantik kekurangan yang ada dirinya hanyalah satu iaitu kedua matanya tidak dapat melihat. Dalam selalu meratapi kehidupannya.

Namun gadis itu sangatlah beruntung memiliki pujaan hati yang cukup sabar mendengar segala keluh kesahnya bahkan mampu menghiburkan dan membuatkannya tersenyum. Cintanya pada gadis itu dibuktikan dengan melamar tetapi gadis itu rela bernikah apabila penglihatannya sempurna.

Doa gadis itu akhirnya terkabul. Ada seseorang yang bersedia mendermakan matanya. Betapa bahagia dirinya begitu menyaksikan dunia baru yang indah dan penuh warna. Kekasihnya juga ikut bahagia merasakan kegembiraan. Dia segera menagih janji gadis itu.

'Sekarang dirimu boleh melihat dunia, adakah kau mahu bernikah denganku?' tanya kekasihnya.

Gadis itu terkejut disaat melihat kekasihnya ternyata buta. Gadis itu kecewa dan menolak untuk menikah dengan pujaan hatinya yang buta. kekasihnya dengan air mata yang mengalir, hatinya bagai tertusuk sembilu kemudian meninggalkan pesan disecarik kertas.

'Wahai Kekasihku, tolong jaga baik-baik mataku!'

Pengajaran yang boleh diambil dari kisah diatas memperlihatkan bahawa disaat status sosial kita berubah menjadi lebih baik maka berubahlah pula gaya hidup kita, hanya segelintir sahaja orang yang ingat akan kehidupan sebelumnya dan sesetengah yang lain dapat mengingati siapa sebenarnya sahabat sejatinya. Sahabat yang telah menemaninya dalam suka mahupun duka, dalam tangis dan tawa, begitu sudah menjadi orang berjaya, kita mudah melupakan sahabat sejati yang telah menemani kita dalam mengharungi perjalanan hidup.

Jun 11, 2010



Penyakit Hati



'Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan rugilah orang yang mengotorinya (QS. 91 : 9-10)

Di sebuah kota ada seorang pemuda yang menanam pohon berduri ditengah jalan. Ketua di kawasan itu sudah berulang-ulang mengingatkannya agar memotong pohon berduri itu. Setiap kali diingatkan, pemuda itu selalu mengatakan dia akan memotongnya keeesokkan harinya. Namun orang itu tidak memenuhi janjinya.

Setelah beberapa tahun orang itu bertambah tua tetapi pohon itu belum juga dipotong olehnya. Pohon itu bahkan bertambah besar, tumbuh seiring dengan waktu. Cabang-cabangnya bertambah tajam dan bertambah besar dan hampir menutupi jalan. Duri itu tidak saja melukai orang yang melalui jalan berkenaan tetapi juga melukai pemiliknya. Sang Pemilik itu kini teringin sangat-sangat memotong pohon itu. Tetapi apakan daya usianya sudah lanjut. Ia menjadi lemah sehingga tidak mampu lagi untuk memotong pohon yang ditanamnya sendiri.

Kisah itu Jalaludin Rumi mengingatkan kepada kita, 'Dalam hidup ini, kita sudah terlalu banyak menanam pohon berduri di dalam hati kita, duri-duri itu bukan sahaja menusuk orang lain tetapi juga menusuk diri kita sendiri. Ambillah kapak, potonglah seluruh duri itu sekarang juga, sebelum kita kehilangan tenaga sama sekali.'

Yang dimaksud oleh Rumi dengan pohon berduri dalam hati adalah penyakit-penyakit hati seperti kebencian, marah, dengki, hasad di dalam diri kita. Bersamaan bertambahnya umur meningkat pula kekuatannya. Tak ada lagi waktu yang lebih tepat untuk menebang pohon berduri dihati kita selain saat ini. Esok hari, penyakit hati itu akan semakin kuat sementara tenaga kita bertambah lemah. Tak tiada lagi daya kita untuk menghancurkannya.

Jun 8, 2010



Masalah..oh masalah.


Pernah suatu hari ada seorang pemuda datang ke rumah penulis,Kemudian dia bertanya kepada penulis itu 'Kenapa hidup saya selalu menderita?' Kemudian penulis itu bertanya kepadanya kembali, 'Kenapa harus menderita?' Pemuda itu pun menjelaskan, 'Apapun yang saya kerjakan selalu sahaja menemui kegagalan. Orang yang saya cintai selalu pergi meninggalkan saya, karier saya juga turut tidak pernah berkembang.'

Pada saat itu,penulis seakan memahami apa yang terjadi pada dirinya. Ketika masalah datang bertubi-tubi ia berpotensi menimbulkan tekanan hidup yang begitu kuat. Kehilangan material, gagal dalam karier, kehilangan orang yang dicintai dan kehilangan sebuah harapan akan mengakibatkan tekanan berkepanjangan ,pabila keimanan dan ketaqwaan kepada Allah tidaklah sekukuh tiang ia akan menyakiti diri sendiri. Akibat buruk dari tekanan ini secara tidak langsung turut melibatkan masyarakat sekelilingnya. Itu sebabnya mencegah sesuatu keburukan itu jauh lebih penting daripada mengubatinya.

Jika kita sedang mendapatkan masalah, apapun masalahnya hadapi. Janganlah mundur, hadapi semuanya dengan keteguhan hati. Jangan biarkan tubuh kita lemah disebabkan hal yang demikian. Jika kita melemah diri kita,ia akan membuat kita jatuh sakit. Menghadapi semua masalah yang telah terjadi senantiasa memohon pertolonganNya akan lebih mudah menyelesaikan masalah itu sendiri.

'Barang siapa yang menjaga kesopanan dirinya maka Allah akan menjaga kesopanannya. Barang siapa merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya. Barang siapa berlatih sabar, maka Allah akan memberikan kesabaran. Tidaklah seseorang mendapatkan kurnia yang lebih baik dan lebih luas daripada kurnia kesabaran' (HR. Bukhari - Muslim).

Setiap kali kita memandang kehidupan kita sehari-hari, kita akan mengetahui pada waktu bila sebuah masalah itu hadir. Menghindari masalah itu lebih baik daripada membiarkan hidup kita dipenuhi masalah. Cara mengindarinya mudah, hindarilah hutang, jangan meremehkan kesihatan, suka marah, bertutur kata buruk, kebencian, suka membuka konflik dengan orang lain, Pesan indah dari Abdul Qadir jaelani patutlah didengar 'Taat kepada Allah dan berlaku adil pada orang lain,' inilah cara kita menghindari hidup dalam penderitaan yang berpanjangan.

Mencegah itu lebih baik daripada hidup terus menerus dalam masalah. Tidak membiarkan hidup dalam kegelapan karena akibat perbuatan diri sendiri, bertutur kata yang baik dan berperilaku baik. Tebarkanlah benih-benih kasih sayang, keindahan dan kebaikan di penjuru muka bumi. Pastikan semua nyaman dan damai. Lalu dengan tulus hati kita menyemai pohon-pohon kebaikan, demi manfaat bagi diri kita. Dengan demikian membuat hidup kita disenangi oleh Allah dan sesama. Sungguh terasa indah hidup ini sebab kurnia Allah yang terbesar pada diri kita adalah 'Kesabaran.'

Jun 2, 2010


Kisah Bumi Dan Langit


Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-tanaman, beberapa gunung dan lain-lain."

Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku." Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."

Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."

Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."

Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."

Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"

Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."

Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"

Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."

Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."

Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.

Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.
UMAT di zaman Rasulullah SAW dianggap sangat bertuah. Tidak sahaja mereka berpeluang bertemu dengan baginda namun yang lebih beruntungnya lagi dapat melihat sendiri segala kejadian-kejadian mukjizat yang Allah kurniakan kepada baginda.

Ini termasuklah kejadian bulan terbelah dua, antara yang benar-benar berlaku dalam usaha Nabi Muhammad untuk menyakinkan kebenaran dakwah baginda itu.

Jika kita menjadi pengikut baginda ketika itu, tentu segala kejadian mukjizat yang berlaku akan menambahkan lagi keimanan atau kepercayaan kepada Allah SWT.

Namun, perkara seperti ini sukar diterima oleh puak-puak kafir Quraisy. Mereka tetap dengan sikap degil mereka.

Walaupun peristiwa Israk dan Mikraj tidak ada sebarang kesangsian, dengan segala macam bukti dan keterangan daripada al-Quran namun kedegilan tetap makin menebal!

Malah mereka sendiri kadang kala meminta baginda tunjukkan bukti! Kononnya dengan bukti tersebut mereka akan menyerah kalah kepada kebenaran.

Namun yang sebenarnya mempunyai niat yang busuk, kononnya Rasulullah tidak akan mampu menunjukkan sebarang bukti kerana yang diminta semuanya bersifat luar biasa dan tidak masuk dek akal.

Andai, bukti tersebut gagal ditunjukkan oleh baginda maka semakin galaklah mereka memusuhi dan mengeji Nabi.

Namun baginda tetap menyahut apa juga cabaran, asalkan mereka akhirnya percaya kepada keesaan Allah yang Maha Agung.

Iaitu pada suatu hari, sekumpulan pembesar Quraisy itu datang menemui baginda, iaitu di antara mereka termasuklah Al Walid Al Mughirah, Abu Jahal Hisham, Al As Wail, Al Aswad Muthalib, An Nadhru Al Harith.

Peristiwa ini dikatakan berlaku sebelum baginda melakukan hijrah ke Madinah dan diriwayatkan dalam banyak catatan sejarah sehinggalah mengikut sastera Melayu klasik sendiri, kisah bulan terbelah dua ini menjadi kisah-kisah penglipur lara yang popular.

Dalam Hikayat Nur Muhammad dan Nabi Bercukur dan Nabi Wafat misalnya, ada diceritakan mengenai kisah bulan terbelah ini, pada bahagian kedua dari tiga bahagian yang ada, iaitu: Hikayat Nabi Bercukur iaitu menceritakan mukjizat Nabi SAW.

May 24, 2010



Sejarah Sambutan Hari Ibu
                Jika diimbas kembali,seiap perkara yang wujud ada sejarahnya tersendiri.Berdasarkan sejarah hari Ibu telah dikenal pasti sebagai perayaan musim bunga orang Greece.Sambutan ini adalah penghormatan terhadap Rhea iaitu ibu kepada para dewa dalam sejarah Yunani kuno yang juga isteri kepada Dewa Kronus.
Pada tahun 1600,orang –orang England merayakannya yang dikenali sebagai perayaan Mothering Sunday.Mothering Sunday diraikan pada Ahad keempat setiap Lent.Lent adalah tempoh masa 40 hari sama ada dalam Februari atau Mac.
                Dalam tempoh ini,terdapat sebahagian orang-orang kristian akan berhenti melakukan atau memakan makanan tertentu atas alasan agama.Amalan itu adalah penghormatan  mereka terhadap Mother Mary.
                Menurut kepercayaan orang Kristian .Mother Mary adalah Maryam iaitu ibu kepada Nabi Isa Alaihissalam atau Jesus yang dilabelkan sebagai Tuhan agama mereka.Walaubagaimanapun Hari Ibu disambut di seluruh Dunia,tetapi tarikh perayaan antara negara-negara amat berbeza .Sebahagian contoh ,di Amerika Syarikat dan lebih dari 75 negara lain seperti Australia,Kanada,Jerman,Itali,Jepun,Belanda,Malaysia,Singapura,Taiwan dan Hong Kong di sambut pada hari Ahad minggu dalam bulan Mei.Manakala  Negara-negara lain menyambutnya pada bulan  Februari,Mac,Julai,Ogos,Disember dan sebagainya.
Menurut pandangan Jabatan Mufti Selangor,ramai yang berpendapat bahawa Hari Ibu tidak perlu disambut dan tidak kurang pulayang bersetuju bagi mengenangkan jasa serta pengorbanan  mereka yang bergelar ibu di Dunia.
                Bagi mereka menentang disebabkan faktor asal-usul  perayaan yang terang –terangan bertentangan dengan Islam dan tidak mahu ibu hanya diperingatkan haya pada waktu yang tertentu. Bahkan setiap hari merupakan  hari Ibu sama ada melalui apa sahaja medium perhubungan di era teknologi.
                Manakala bagi mereka yang bersetuju member alasan bahawa anak-anak sekarang terlalu leka dengan segala teknologi terkini dan hiburan yang melampau .Institusi kekeluargaan zaman moden mula terabai dan kes keretakkan keluarga zaman moden mula terabai dan kes keretakkan keluarga semakin menjadi-jadi .Olehitu ,sambutan Hari Ibu menjadi satu peringatan kepada mereka yang masih mempunyai ibu dan juga keluarga.
                Jabatan mufti juga telah mengeluarkan garis panduan bagi sambutan yang di anjurkan menurut perspektik Islam.Antaranya ialah sambutan yang dilakukan sebaik-baiknya sederhana,tidak melalaikan tanggungjawab seorang muslim,mengasihi sesame sanak saudara iaitu melalui amalan ziarah-menziarahi,menzahirkan rasa syukur ketika mendapat kesenangan dan bersimpati apabila ditimpa musibah.Selain itu juga,sebaik-baik sambutan adalah dengan mengadakan sembahyang berjamaah bersamaahli keluarga,majlis tahlil,doa selamat,pesanan dan nasihat yang baik serta dalam suasana yang muhibbah.

May 9, 2010

pohon semalu vs wanita moden

Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan.

Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah. Rasulullah dengan
tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambun
g kata-katanya lagi. 
Parawanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini dari 4 aspek.

Pertama, pohon semalu akan kuncup apabila disentuh. Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada tempatnya).

Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya. Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang wanita muslim.

Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.

Dan akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.

Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.

May 7, 2010

Zikir dan otak


 Otak hanyalah aktiviti-aktiviti bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bagi membolehkan ia berfungsi dengan sempurna.

Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain. Semua aktiviti yang kita lakukan dan kefahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah daripada aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas.

Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan berlakunya satu aliran bio-elektrik di kawasan-kawasan saraf otak tersebut. Apabila zikir disebut berulang-ulang kali, aktiviti saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik. Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan. 

Otak mula memahami perkara baru, melihat dari sudut perspektif berbeza dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini. Otak yang segar dan cergas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil kajian makmal yang dilakukan terhadap subjek ini dimuatkan dalam majalah Scientific American, keluaran Disember 1993. Satu kajian yang dilakukan di Universiti Washington dan ujian ini dilakukan melalui ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktiviti otak manusia secara tidak sedar.

Dalam kajian ini, sukarelawan diberikan satu senarai perkataan benda. Mereka dikehendaki membaca setiap perkataan tersebut satu persatu dan mengaitkan perkataan-perkataan dengan kata kerja yang berkaitan. Apabila sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bahagian berbeza otak mempamerkan peningkatan aktiviti saraf, termasuk di bahagian depan otak dan korteks. Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi senarai perkataan yang sama berulang-ulang kali, aktiviti saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain.

Apabila senarai perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di kawasan pertama. Ini sekali gus membuktikan secara saintifik bahawa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kecergasan otak dan menambah kemampuannya.
Otak hanyalah aktiviti-aktiviti bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bagi membolehkan ia berfungsi dengan sempurna.

Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain. Semua aktiviti yang kita lakukan dan kefahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah daripada aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas.

Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan berlakunya satu aliran bio-elektrik di kawasan-kawasan saraf otak tersebut. Apabila zikir disebut berulang-ulang kali, aktiviti saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik. Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan. 

Otak mula memahami perkara baru, melihat dari sudut perspektif berbeza dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini. Otak yang segar dan cergas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil kajian makmal yang dilakukan terhadap subjek ini dimuatkan dalam majalah Scientific American, keluaran Disember 1993. Satu kajian yang dilakukan di Universiti Washington dan ujian ini dilakukan melalui ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktiviti otak manusia secara tidak sedar.

Dalam kajian ini, sukarelawan diberikan satu senarai perkataan benda. Mereka dikehendaki membaca setiap perkataan tersebut satu persatu dan mengaitkan perkataan-perkataan dengan kata kerja yang berkaitan. Apabila sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bahagian berbeza otak mempamerkan peningkatan aktiviti saraf, termasuk di bahagian depan otak dan korteks. Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi senarai perkataan yang sama berulang-ulang kali, aktiviti saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain.

Apabila senarai perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di kawasan pertama. Ini sekali gus membuktikan secara saintifik bahawa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kecergasan otak dan menambah kemampuannya.

Rahsia disebalik kalimah BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah." Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu." Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan." Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.